Rabu, 09 Agustus 2017

Susahnya Jadi Rama : Sering Dicomblangin



Rama,  bagiku nama itu nama kuno yang masih tetep keren dipakai di era moderen seperti sekarang ini. Meski terkadang ada juga sih yang nyebelin dan nggak ku suka dari nama ini, seperti minggu lalu waktu ketemu teman lama.
"Eh, Gar gimana kabarnya??"
"Aku baik, kamu sendiri?? Masih mencari Sita??"
Atau saat  diabsen di sekolah dulu
"Ojan!!"
"Hadir bu.."
"Paijan!!"
"Hadir bu.."
"Rama!!"
"Ha..." belum selesai aku berucap, guruku kembali berteriak
"Hei Rama, mana Sita??"

Bahkan saat sudah dewasa dan mau kenalan sama cewek, pertanyaan yang hampir sama  selalu diajukan
"Selamat pagi, maaf saya baru disini. Boleh kenalan biar tambah akrab, kali aja  bisa dekat.."
"Ah, masnya bisa aja. Boleh, perkenalkan nama saya Ijah Supaijah.."
"Saya Rama."
"Mas Rama.." tanyanya dengan lirih
"Iya..." aku pun menjawab dengan nada yang nggak jauh beda
"Sitanya mana??"
"@#$%$#@"

Coba bayangin, mau ngajak kenalan cewek, terus ditanya kayak gitu... Itu rasanya  seperti kamu pengen boker tapi malah disuruh ngantongin batu.
Nggak habis pikir aja, kenapa hanya karna nama kita sama dengan nama pasangan tokoh di legenda, terus kita dicomblang-comblangin. Bukannya apa-apa, soalnya temen sekelasku dulu juga ada yang namanya Sita, dan takutnya karna sering dicomblangin yang namanya Sita jadi tersinggung, saya kan jadi nggak enak.

Kalo saya sih digituin ya biasa-biasa saja, enggak marah, enggak emosi, kalo dipasanginnya sama Isyana. (Pembaca cowok langsung ngedumel : "kalo gitu, gua juga mau")

Ya, cowok mana coba yang nggak mau dicomblangin sama Isyana??  Udah cantik, baik, pinter, ya kalo di lihat itu kelihatan sempurna gitu. Kalo Sita?? Sem..Semprawut kali ya... (Enggak, bercanda)

Tapi sebenarnya temenku Sita ini baik banget, jujur. Dan dia  nggak pernah marah gitu kalo ada yang ngecengin aku sama dia. Karna apa?? Aku pun tidak tau alasannya. Bisa saja memang dia cuek, tapi enggak terkadang bisa sangat serius. Atau mungkin dia nggak nanggepin karna sudah punya gandengan (kalo sudah punya gandengan harusnya ya gandengannya tersinggung). Atau mungkin dia beneran suka sama... (Ohhh akunya yang kePDan). 

Karna penasaran aku coba mencari tahu " tahu-tahu dimana kamu??" (enggak gitu juga keles)
"Sit, aku mau ngomong sama kamu?? Dan ini se..ri..us!!" tiba-tiba wajahnya berubah memerah (mungkin kepedesan)
"Mau ngomong apa Rama??"
"Kamu suka ya sama aku??" kita pun saling bertatap-tatapan, dia sentuh punyaku, ku sentuh punyanya, dia pegang punyaku, ku pegang punyanya, dia remas punyaku, ku remas punyanya, ya kira-kira seperti inilah cara kami bersalaman.
Dengan posisi telapak tangan kami yang saling berpegangan dia pun berucap "I... I... Iya aku suka."
Dengan agak gugup kembali aku bertanya "sungguh kamu suka??"
Dengan mantap diapun membalas "Iya aku suka, aku suka lihat kalo kamu sedang pura-pura maco.. Padahal sebenarnyakan, teweweewel."
"Haa?? @#$%$#@"

Jumat, 04 Agustus 2017

Dilema, Diantara Surti dan Tejo

"KRRIIINGGGG!!!!" Terdengar bisingnya bunyi HP menandakan ada yang menelfonku
"Hallo Joe, ada apa?? Jam segini udah nelfon??"
"Hay Ram, masak kamu lupa, kamu kan ada janji mau menemui Si Surti."
"Ah, males ah. Itu kan pacar kamu, kamu yang punya urusan, masak aku yang kamu suruh nyelesaiin. Lagian rumahku dan dia itu jauh, aku di pantai dia di gunung."
"Oh gitu kamu nggak mau bantu aku. Ok, lain kali jangan minta bantuanku kalo kamu lupa caranyanya ngiket tali sepatu."
"Eh jangan gitulah, kalo kamu nggak mau ngiketin tali sepatuku terus siapa yang ngiketin. Masak minta tolong cewek gengsi bro."
"Ya makanya, mau nggak??"
"Iya deh, nanti aku ke rumah Si Surti."


Tejo atau yang lebih seneng ku panggil Joe merupakan teman seperantauanku, sama-sama dari daerah yang sama meski beda wilayahnya (agak ribet ya). Singkatnya dia lagi ada masalah dengan ceweknya, dan karna kebetulan aku lagi mudik. Joe minta tolong aku untuk nyelesaikan masalah itu, padahal rumah pacarnya di daerah gunung, entar malah kayak ninja Hatori "Naiki gunung lewati lembah... Air sungai mengalir indah ke samudra... Bersama teman berpetualang.."

Nggak terasa sudah setengah jam perjalanan tapi nggak nemu-nemu juga itu rumah. Ah, itu ada pak gembala, mending coba tanya dia saja.

"Permisi pak boleh numpang tanya, tau rumahnya Surti??"
"Oh kalo yang kambing putih ini dua juta harganya."
"Maaf pak, saya mau tanya alamat bukan harga kambing"
"Kalo yang hitam sama juga, dua juta."
"Pak, pak, maaf pak, saya mau tanya alamat bukan tanya harga kambing."
"Enggak mahal, bisa dinegolah."
"Hemmm.. Ya udah deh, saya tawar seratus ribu, kalo boleh langsung saya ambil."
"Buset nih bocah!!! itu bukan nawar, malak itu namanya. Kalo mau tau rumahnya Si Surti noh lurus saja nanti kalo diujung kali ada rumah ijo nah itu rumahnya."
Ya bapaknya sewot, lagian mau nanya alamat malah ditawari kambing, mentang-mentang gembala kambing.

Motor kembali aku pacu, sudah tujuh tanjakan dan tujuh turunan ku miliki (eh maksudnya ku lalui) "wah ini nih, rumah pager ijo, di ujung sungai." aku pun turun dari motor dan mengetuk pintu rumah tersebut.
"Permisi!!! Pak buk, permisi??!!?"
"Cari siapa nak??" jawab wanita parubaya keluar dari rumah tersebut.
"Maaf buk, apa benar ini rumahnya Surti??"
"Iya saya Surti."
gila, yang bener saja. Masak pacarnya Joe nenek-nenek?? Ya bener sih, akhir-akhir ini hubungan lintas generasi lagi hits. Tapi aku rasa Joe masih waras, dia nggak pernah lupa minum obat.
Ku rogoh HPku dan mengirim SMS ke Joe "eh bro, gila, selera loe parah banget."
"Haa, apa maksud kau??"
"Ih, pura-pura nggak tau. Ini pacar loe ternyata udah nenek-nenek."
"Eh, nggak mungkin lah. Perasaan lebaran kemarin masih muda, masak sekarang sudah jadi nenek-nenek."
"Ih bener, ini aku dirumahnya. Rumahmya yang warna ijo diujung kali kan??"
"Eh bukan.. Dia itu anaknya pak lurah, yang rumahnya warna merah.. Loe salah alamat tuh ram."
"Oh gitu ya, ya udah gue tak tanya lagi.." aku menutup  percakapan SMSku dengan Joe.
"Ehhh, Maaf buk, saya salah alamat. Yang saya cari Surti anaknya Pak Lurah yang rumahnya di cat warna merah."
"Oh kalo pak lurah masih naik, ikuti jalan ini kira-kira satu kilo lah."
"Terimakasih buk, kalo begitu saya permisi dulu.."
Kembali ku pacu motorku merayapi jalan gunung yang agak (eh bukan agak, tapi sangat) sangat rusak ini.

Nampak rumah mewah, berwarna merah, dengan papan bertuliskan "Rumah Pak Lurah".  Tapi kok sepi ya, apa nggak ada orang
"Eh, permisi mas.. Ini pak lurahnya kemana ya???"
"Oh, jangan panggil mas. Panggil Sess." wah bencong nih
"Sess, ini pak lurahnya kemana ya sess."
"Oh pak lurahnya lagi pergi."
"Pergi kemana??"
"Itu ke acara tunangan surti susanti."
"Tunangan???" agak kaget, dan shock.
"Oh, yee ngajakin ai tunamgan juga?? Sorry ya ye pikir ai bencong apaan. Ya udah deh ya, daaa." bencong itupun pergi dengan kemayunya.

Aku mematikan mesin motorku, nan duduk diatasnya. Masih nggak habis fikir, ternyata si Surti sudah mau tunangan, dia sudah memutiskan hubungan dengan temanku. Bagai mana ini, bagaimana aku harus bicara ke Joe. Bagaimana kalo Joe ngambek dan nggak mau ngebanru aku mengikat tali sepatu lagi, masak aku minta cewek buat ngiketin kan malu ya.

Terlihat sebuah kertas "Pertunangan Surti Susanti, di gendung serba guna sebelah balai desa. Jam 10.00 WIB." em, tempat ini seperrinya aku tau. Masih setengah jam mending ngebut.
Untuk yang kesekian kalinya kembali ku pacu aepeda motorku. Agak ngebut nih, takut nggak kesampaian. Tapi lagi asik-asiknya ngebut, tiba-tiba di tikungan.. "Diiiit!!!"
"Untung aku sigap ngeremnya, pak tolong kambing-kambingnya di kondisikan.. Masak sampai ke tengah jalan, kalo ketabrak gimana.!!"
"Kambing yang mana nih dek, yang hitam atau yang putih??"
"Dua-duanya."
"O nggak bisa harus pilih salah satu."
"OK, yang hitam."
"Kalau itu tadi saya ikat di pohon sebelah sana."
"Kalo yang putih??"
"Ya sama juga."
"Terus kalau sudah diiket, kenapa bisa sampai kejalan jalan??"
"Kambing yang mana nih dek, yang hitam atau yang putih??"
"Yang hitam."
"Itu tadi iketannya lepas."
"Kalo yang putih??"
"Ya sama juga."
"@#$%&, terus kenapa iketannya bisa lepas??"
"Kambing yang mana  nih dek, yang hitam atau yang putih??"
"Dari tadi hitam putih mulu, emang bedanya apa??"
"O jelas beda, soalnya yang hitam ini punya saya."
"Kalo yang putih??"
"Ya sama juga."
"@#$%& (nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata)"

Dengan agak kesal aku segera meninggalkan gembala tua yang dari tadi menghambat perjalananku.

Akhirnya aku sampai di gedung serbaguna. Banyak orang berlalu lalang tapi dari begitu banyaknya orang aku tidak melihat satupun dari mereka yang seperti surti.
Oh ya aku ingat, kenapa nggak minta fotonya ke Joe.
"Joe, boleh minta fotonya cewek loe.??"
"Eh, buat apa.. Loe jadi teman jangan nikung ya."
"Ya ampun, sorry bro gue bukan homo yang suka nusuk temen dari belakang."
"Lha terus buat apa loe minta fotonya si Surti??"
"Lho kan loe yang nyuruh gue nemuin Surti, sekarang dia mau tunangan dan dirumahnya lagi banyak orang, sedangkan gue nggak tau yang mana si Surti."
"APA?? Surti tunangan??"
"Iya, udah cepet mana fotonya biar aku nemuin si Surti."
*Cuit, cuit, eaem es.* si joe mengirimkan foto ceweknya, em cantik sih, manis, putih, eh eh eh apa-apa ini. Ingat bukan homo,, jangan nusuk dari belakang.
Kucari-cari sesosok  yang ada di foto ini, satu persatu orang wajahnya ku teliti, kok nggak ada yang mirip. Akhrinya aku sampai di belakang gedung. Nampak seorang wanita berpakaian kusut. Ah, pasti bukan ini, mana mungkin mau tunangan malah pakaiannya kusut, dan berdiam diri di belakang sini. Tapi ya agak penasaran juga sih

"Per.. Permisi maaf dengan mbak Surti??" sapaku sambil menepuk bahunya
"Iya saya sendiri" dia pun memalingkan wajahnya, dan astaga.. Ternyanya dialah surti yang aku cari, wajahnya sama persis kayak difoto ini, tapi ya agak beda dikit sih.. Karna di foto ini terlihatnya sempurna gitu, hidungnya mancung, giginya gingsul, dadanya berontak.. Tapi aslinya malah, giginya mancung, dadanya gingsul, hidungnya berontak. Pasti ngedit fotonya ini setengah mati.
"Beneran Surti??" tanyaku menegaskan
"Iya saya Surti anaknya pak lurah. Ada apa ya mas???"
"Oh, perkenalkan nama saya Rama, teman seperantauannya Tejo. Saya kesini karna membawakan pesan dari dia."
"Jangan sebut nama pria mesum itu lagi di hadapanku!!"
"Hay, siapa yang mesum."
"Mencoba merenggut kesucian di pematang sawah, kurang mesum apa coba??"
"Enggak enggak, kamu salah paham."
"Kamu kan temannya, sudah pasti bersekongkol."
"Beneran, waktu itu dia lagi buru-buru menemui kamu. Tapi karna ada kambing yang tiba-tiba muncul, akhirnya dia kesandung dan tanpa sengaja langsung menabrak kamu, dan endingnya kamu sudah tau selanuutnya."
Mendemgar ucapanku Surti hanya diam tak mengeluarkan kata-kata.
"Lalu apa kamu masih sayang dengan Tejo?" tanyaku, yang hanya di jawab dengan anggukan kepala.
"Jika memang iya, kenapa kamu malah mau bertunangan dengan orang lain??"
"Hahh!! Tunangan?? Siapa yang tunangan, aku nggak tunangan." jawab surti dengan terkejut
"Lalu selembaran ini." aku menunjukan selembaran yang kutemukan di depan rumahnya tadi
"Ooh ini, ini sebenarnya bukan tunangan sungguhan. Ini hanyalah pentas derama yang kebetulan tokoh utamanya menggunakan namaku."
Kulihat baik-baik selembaran itu, dan jelas terlihat tulisan "Derama musikal pertunangan Surti Susanti"

Singkat cerita Surti dan Tejo tidak jadi pisah. Dan saya, abaikan kejombloan saya.

Selasa, 25 Juli 2017

Awas!!! Spesifikasi ASUS ZenBook 3 UX390 Bikin Ngiler | Review

Pernah denger  nama ASUS?? Apa?? Bukan, bukan yang sering ditangani polisi. ASUS merupakan perusahan dibidang elektronik yang berbasis di Taiwan. ASUS banyak memproduksi perangkat elekteonik seperti komputer, notebook, hingga handphone.

Belakangan ini ASUS mengeluarkan sebuah notebook yang super kece. Notebook ini di beri nama ASUS ZenBook 3 UX390. Penasaran?? Siapkan tisu dulu karna yang saya jelaskan bisa bikin ngiler.

Prosesor Intel Core i7-7500U, Memantabkan Peforma



Prosesor ini dapat lari dengan kecepatan standar 2,7GHz, (wah Rossi bisa kalah tuh). Saat start-up notebook ini juga akan terasa ringan, hal ini dikarenakan ASUS ZenBook 3 UX390 dibekali memory 16GB SD RAM. Sedangkang storage sendiri, ditanami dengan memori sebesar 512GB. (Woow, kalo di isi film bisa sampe teler nih)

OS Windows 10, memberi kenyamanan bekerja



Gimana enggak nyaman, dibandingkan versi sebelumnya OS Windows 10 diklaim  lebih natural, personal, dan aman. Selain itu layar seluas 12,5 Inch (16:9) Full HD dan besel-less turut menambah kenyamanan monitor Notebook kece ini. Belum lagi kaca Corning Gorilla Glass 4 yang sangat pas untuk melindungi layar dari goresan.

Apakah cuma itu kenyamanan yang ditawarkan?? Eits jangan salah, keyboard berfitur chicklet yang memiliki tingkat kedalaman tekanan 0,8 mm dan tuchpad yang lebih lega  juga akan membuat kita betah mengetik berlama-lama (Istilah jawanya enggak kemeng, kalo enggres enggak tau).
Soal keamanan tidak usah diragukana lagi, mengingat ASUS sudah menyematkan fitur fingerprint di produk yang satu ini.

Disain yang menggoda serta memudahkan mobilitas



Tidak hanya ojek online yang dapat memudahkan mobilitas, tapi ASUS ZenBook 3 UX390 juga bisa memudahkan mobilitas. Kemudahan ini dikarnakan ASUS ZenBook 3 UX390 didukung disain yang tipis, ringan, stylis, serta bezel-less.

Sebegitu kerennya kah?? Iya lah. Karna dengan dimensi 296 x 191.2 x 11.9 mm  hanya memiliki ketepisan 11,9 mm serta berat 910g (Beras aja sekilo bro). 

Disainmya pun sangat stylis, Logo ASUS berwarna emas nampak mewah dan wah bila disandingkan dengan Concentric Circle Design sebagai disain ciri khas ZenBook. Apa lagi 3 pilihan warna (rose gold, quartz grey dan royal blue) yang dapat dengan mudah disesaikan dengan selera kita (tapi kalo sudah sesuai selera, jangan dimakan ya)

Bahan yang kuat dan batrai tahan lama



Meskipun ketebalannya hanya 11,9 mm dibuat dari bahan alumunium aloy yang membuatnya sangat kuat dan tangguh meski hanya memiliki bobot kurang dari 1 Kg.  Sebagai uji coba, bahkan ada video yang menggunakan ASUS ZenBook 3 UX390 untuk bermain tenis. (Mungkin kalo bentuknya bunder bisa buat lempar cakram kali ya)

Baterai yang digunakan juga sangat tahan lama, yaitu dengan menggunakan baterai lithium-polymer berkapasitas 40Wh yang dapat bertahan hingga 9 jam, wow!! (Kerja saja 8 jam perhari, berarti kalo buat kerja nggak mungkin kehabisan baterai tuh).  Jangan sedih, meskipun kapasitasnya gede tapi notebook ini sudah dilengkapi fast charging yang memungkinkan mengisinya 60% dalam waktu 49 menit saja.

Fitur yang sangat kaya



Sebelumnya saya kasih tau dulu fitur luarnya. Untuk input/output sudah ada 1 buah combo audio jack, 1  USB 3.1 Type-C port, serta  Fingerprint Reader (bisa aman nih). Untuk konektifitas sudah tersedia Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1. Serta terdapat juga sebuah kamera VGA Webcamera.

Untuk audio sudah disematkan Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone

ASUS SonicMaster Premium Technology. Dan juga speaker Harman Kardo yang diklaim dapat mengeluarkan suara 2 kali lebih kencang dari speaker pada notebook lainnya. Serta kualitas audio yang dapat disesuaikan dengan Audio Wizard.

Sekarang fitur dalamnya, Fitur tersebut merupakan software yang telah dikembangkan ASUS dalam melakukan aktifitas multimedia berupa Asus Splendid Technology, Tru2Life Video, dan TruVivid yang membuat nyaman mata dalam melihat.

Untuk Lebih jelasnya bisa dilihat daftar yang saya ambil dari Selular.ID

Main Spec. ZenBookUX390UA
CPU Intel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.5GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB DDR3L 2133MHz SDRAM
Storage 512GB PCIe *4 M.2 SSD
Display 12.5″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) Glare Panel with 72% NTSC
Graphics Intel® HD Graphics 620
Input/Output 1x combo audio jack, 1x USB 3.1 Type-C port, Fingerprint Reader
Camera VGA Web Camera
Connectivity Integrated 802.11a/b/g/n/ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone ASUS SonicMaster Premium Technology
Battery 6 Cells 40 Whrs Polymer Battery
Dimension 296 x 191.2 x 11.9 mm
Weight 910g with Battery
Colors Rose Gold, Royal Blue, Quartz Grey
Accessories Exclusive Sleeve, Mini Dock
Warranty 2 tahun garansi global

Itu tadi review saya mengenai ASUS ZenBook 3 UX390. Bagaimana, sudah ngiler?? Banyak kelebihan yang ditawarkan didalamnya, jika memang anda membutuhkan notebook yang tipis dan ringan tapi tetap tangguh serta stylis maka ASUS ZenBook 3 UX390 adalah jawabannya.

Quot hari ini : Meskipun ASUS kuat dan tangguh tetap tidak bisa digunakan buat lempar cakram, karna bentuknya kotak (bukan bundar) dan jangan ngiler ya.

Sabtu, 22 Juli 2017

Ini Dia!! 10 Hal Konyol Yang Sering Dilakukan Manusia

Salah satu dari kita pasti pernah mengalami hal-hal konyol, baik itu disengaja maupun nggak disengaja nyatanya 10 hal konyol berikut ini sering dilakukan manusia


(Sebelumnya, jangan lewatkan 10 Hal Lucu dari Gay)

1. Mengangkat telefon dengan telinga kanan

Bagi sebagian orang (bukan kidal) mengangkat telefon dengan tangan kanan lalu di tempelkan ke telinga kanan mungkin adalah hal yang lumrah. Tapi terkadang ada satu situasi dimana kamu mengangkat HP dengan tangan kiri, dan anehnya kamu tetap saja menempelkan telefon itu di telinga kanan. Bukankah akan  lebih praktis kalo langsung ditempelkan di telinga kiri, yang notabennya lebih dekat.

Faktanya : Berdasarkan penelitian di Finlandia mendekatkat telepon ke telinga kanan dapat merusak sistem keamanan otak yang berada (di otak kanan) dekat dengan telinga kanan.

Solusinya ubahlah kebiasan dari telinga kanan ke trlinga kiri, serta jangan tempelkan HP ke telinga saat telepon belum tersambung (karna saat melakukan panggilan, HP akan menggunakan signal maksimal sekitqr 2 watt, atau gunakanlah deadset.

2. Menggoyangkan HP saat sinyal lemah

Entah karna emosi atau apa, tapi sebagian dari kita sering menggoyang-goyangkan HP saat kita merasa sinyalnya buruk. Bukannya apa-apa, takut kalo terlalu bersemangat entar malah HPnya kelepas , jatuh, dan "pyar!!". Yang rugi siapa coba.

Jika memang lemah sinyal mending refres sinyal HP anda dengan cara melakukan mode airplane selama beberapa detik, lalu nonaktifkan kembali mode tersebut. Jika masih belum berhasil cobalah ke luar ruangan atau mendekat ke pusat sinyal. Kalo masih belum berhasil juga, xoba dilem biru (lempar, beli yang baru)

3. Menggoyangkan kendaraan saat isi bahan bakar

Suatu hari saya mengisi bensin di SPBU, saya nelihat seorang bapak-bapak yang dengan hebohnya menggoyang-goyangkan tangki motornya. 

" Permisi pak, maaf lagi ngapain??"
"Ini goyangin motor biar isinya nambah."
"Masak??? (Radak nggak percaya) emang bener kalo digoncang-goncangin isinya bisa nambah??"
"Ih, dibilangin orang tua nggak percaya."

Lalu saya rogoh dompet saya, saya goncangin
" Lagi apa dek??"
"Biar nambah isinya"

Sampai saat ini belum ada setudi yang membuktikan bahwa menggoyangkan kendaraan dapat menambah volume bahan bakar. Lebih tepatnya ini adalah hal yang sia-sia, namun meski begitu hal ini tidak menumbulkan efek negatif bagi kendaraan.

4. Memiringkan layar monitor saat nonton video

Hayo yang otaknya kotor ngaku. Kejadian ini sering saya lihat saat sedang di warnet, saya fikir "ini bocah lagi pada ngapain coba, monitor dijungkir balikkin." kemudian saya samperin terus saya bilang "eh bro, dari pada goyangin layar monitor nggak jelas, ini aku punya HP dengan gambar celengan. Coba kau goyangin HPku juga, ntar kalo duitnya keluar kita bagi dua."

5. Mengintip di layar kamera

Awal punya HP kamera itu waktu masih kelas 4 SD (kalo nggak salah), dan itu pun dikasih sama pak de ku. Konyolnya saat bapakku punjam kukira mau digunakan buat foto (dulu belum kenal shelfie) nggak taunya didekatkan layar kemata, terus bilang "Katanya bisa buat foto, kok nggak tembus??". Hal konyol macam apa ini, dan yang lebih konyolnya lagi aku meniru kelakuan bapakku.

6. Lihat ingus

Aku lihat sendiri, waktu itu temenku lagi flu terus dia ambil sapu tangan buat (kalo di jawa nyebutnya sisi) "Hhuuumm" dilihat dulu, lihat ingus baru dibuang. Hahahaa, eh bro yang namanya flu pasti keluarnya ingus. Nggak mungkin kamu ngluarin dari hidung "Hhuuumm" dilihat dulu, nggak taunya "weh, keluar emas" ENGGAK MUNGKIN.

7. Nyicipin rasa upil

Sebenarnya saya belum pernah mencobanya, tapi biar nggak penasaran saya kasih tau kalo upil itu rasnya asin. ( baca juga Kenapa upil rasanya asin?)
Meskipun beberapa ahli menduga bahwa mencicipi atau makan upil dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi kalo biaa kebiasaan buruk ini segera dihilangkan.

Kan nggak lucu kalo kamu lagi makan malem sama pacar, terus milih menu, eh kamu malah nanya "Eh, kok nggak ada rica-rica upil ya???" Enggak lucu bro.

8. Mencium bau kentut

Biasa sering kita jadikan bahan guyonan saat masih kecil. Saat perut mules, ditempelin tangan dibokong, "brooot", tangkap, lempar ke orang lain.

Jujur, ini tindakan paling nggak sopan yang pernah ku lihat. Karna tindakan seperti inilah, saat sudah dewasa terkadang ada aja orang suka mencium bau kentutnya sendiri. Korban masa kecil nih.

(Cari tau juga Kenapa Kentut itu Bau???)

9. Membuat teori konspirasi saat ujian

Ini yang sering saya lakukan waktu masih SMP, disaat otak memang cetek, waktu sudah mepet, tidak bisa nyonyek, dan lembar jawab banyak yang di Tipe-x. Terkadang ada saja teori konspirasi saat ujian.

" ahh, ini A E B D... Oh berarti yang ini pasti C nih.... Terus ini atasnya A A bawahnya C C.. Oh berarti ini B nih.."

Apa benar ini manjur?? YA ENGGAKLAH!!! Tapi meskipun tau ini nggak efekrif tetep aja masih dilakuin, dan nggak cuma saya.. Kalian juga pernah kan???

10. Mengantongi batu saat kebelet

Sebenarnya mitos orang jawa yang  banyak dilakukan. Mereka percaya dengan mengantongi batu dapat menahan rasa mules, dan jika memang berkurang rasa mulsnya sebenarnya ini hanyalah sugesti. Dan sebaiknya segera ditinggalkan.

Coba bayangin pas lagi sekolah terus mules "ah ketimbang ke WC, ini ada batu. Kantongin aja ah." terus waktu sedang diabsen oleh guru
"Paijo!!!"
"Keluar bu!!"
"Paijo keluar???'
" Bukan Paijo bu yang keluar, tapi ini.... Ini keluar."


Itu tadi beberapa opini saya mengenai 10 kebiasaan konyol yang sering dilakukan orang, baik sadar atau tidak kebiasaan-kebiasaan ini sering kita lakukan di waktu senggang... Jika memang menurut kalian kebiasaan ini buruk dan tidak memberikan manfaat sebaiknya segeralah diringgalkan.. Dan dari ke sepuluh kebiasaan diatas manakah yang pernah anda lakukan???

Selasa, 18 Juli 2017

Tragedi Tanggal 13 Juli

Bagi sebagian orang angka 13 mungkin dianggap keramat, ditambah dengan mitos-mitos dan tragedi yang nggak bisa dijelaskan nalar, seolah menambah kemistisannya.



Pagi itu nampak sepi, ruko terlihat asing dan angker bagi ku.  Apa ini, kenapa lampunya belum dihidupkan. Apa belum bayar tagihan, atau memang progam penghematan. Entahlah yang jelas suasa dalam ruko nampak menyeramkan. Tiba-tiba "jgrek"

"SELAMAT ULANG TAHUN RAMA!!!"

Terlihat beberapa orang dengan sebuah banner bertuliskan "Happy 19th Birthday" 
"Selamat ulang tahun ya, Ram. Nggak nyangka kamu  di tanggal 13 juli ini kamu sudah berumur 19 tahun" ucap salah seorang dari mereka, yang ku tau namanya Kecu (Key)
"Kamu tau dari mana, hari ini aku ulang tahun??"
"Ya elah, aku lihat di FB, sekarang jamankan udah canggih"
"Oh gitu.. Thanks, ya Key. Ini sangat berarti bagiku. Hek hek hek, eh sorry ada tisu??"
"Ini pake sarung tangan ku aja"
"Huuuumm!!! Yah, keluar ingusnya"
"Eh, itu dari cewek ku lho. Malah diingusin."
"Maaf, tapi kok agak bau ya??"
"Oh, ya, baru inget. Tadi aku pake pas dikamar mandi, soalnya tisunya habis."
"Hueekkk!!!!"

Acara sudah berakhir, sebagai permintaan maafnya Si Key berencana mengenalkan ku dengan cewek kenalannya. Ya maklumlah, hari ini tepat 19 tahun aku jomblo. Aku menemuinya di sebuah tempat nongkrong.
Kulihat dari kejauhan sesosok cewek cantik, putih, berambut hitam duduk sendiri di pojokan. Wah sepertinya dia nih, fikirku. Aku langsung menghampirinya

"Maaf dengan Debbi?? aku Ram, temannya Key."
"Oh, hay Ram. Silahkan duduk."
"Jadi kamu suka makan di sini ya??"
"Iya, memangnya kenapa??"
"Nggak papa, unik saja nama caffenya." Ucapku sambil melirik tulisan Caffe 69
"Hahahaa,.. Oh ya by the way, happy birtsday ya.. Sorry nggak bawa kado"
"Its OK, bagiku mengenalmu merupakan kado terindah yang kuterima" asik.

Kami asik ngobrol hingga tak terasa sudah jam satu siang.
"Jam segini kalo langsung pulang pasti panas"
"Masak?? Tapi sepertinya diluar lagi hujan??" waduh  jadi kayak krupuk basabasinya (garing)
"Oh, tadi si Key WA, di deket tempatku panas.."
"Oo seperti itu"
"Gimana kalo sambil nunggu hujan kita nonton dulu??"
"OK, jadinya kita nonton film apa??"
"Gimana kalo Warkop, yang tentang Chips???"
"Ihh, itu kan film udah lama. Apa masih ada dibioskop??"
"Oh i.. itu film lama ya???   Ya udah nanti kamu aja yang milih" Mana aku tau kalo itu film sudah lama, yang ku tau filmnya lucu. Yah aku jadi tengsin kan.

Singkat cerita kita sudah berada di dalam bioskop, kita duduk di tengah-tengah nggak depan-depan amat, tapi juga nggak belakang-belakang amat.. Jadinya tetep bisa lihat dengan jelas, tapi kalo mau ngapa-ngapain masih bisa (maksudnya kalo mau ke toilet).

"Eh kita nggak salah nonton film ini??"
"Kenapa Ram?? Kamu nggak suka film horor??"
"Suka sih, ta.. tapi.." belum sempat aku mengakhiri kalimatku, dia sudah fokus menonton film.
Aku sebenarnya nggak masalah nonton film horor, tapi sebagai seorang cowok normal kalian pasti tau alasan dibalik seorang cowok yang mengajak ceweknya nonton film horor (aku tau fikiran kotor kalian boy) Tapi ini yang ngajak cewek lho, harus kuat-kuat iman ini.

Dan benar saja, saat hantunya muncul dia memegang tanganku dengan erat, lamgsung saja aku, menutup mata karna ada adegan bacok membacok.. Jujur meskipun aku enggak takut lihat hantu, enggak takut lihat darah tapi aku suka parnoan kalo lihat adegan bacok-membacok, adegan itu mengingatkan ku saat si Atan dibacok lehernya oleh bapakku sendiri, dan sadisnya aku disuruh makan si Atan oleh bapakku.

Dengan santainya, bapakku berkata "Udah tidak usah ditangisi, ayo cepet dihabiskan makannya. Cepet kamu pilih sendiri mau yang paha atau dada, atau ini kepalanya. Udah cepat habiskan besok tak cariin yang lebih baik dari si Atan, paling di pasar Sabtu juga banyak ayam yang lebih gede." Iya, Atan adalah ayam jantan peliharaanku.

Aku kembali fokus pada film yang kami tonton, tapi saat lagi fokus menunggu adegan selanjutnya, si Debbi memegang tanganku dengan hangatnya sambil berucap
"Ram, Rama.." Aku memandangnya dengan tatapan dalam, dan dia melanjutkan kalimatnya
"Aku mau tanya"
"Tanya apa??" balasku dengan hangat
"Kamu nonton apa? Filmnya kan sudah selesai"
"Oh, sudah selesai ya?? Ku kira sedang buffering." jawabku dengan gelagapan
"Hahahahaa,.  Kamu ini sukanya bercanda mulu."
"Hehehe, iya aku memang suka sama Pandji"
"Ha?? Kamu suka Pandji??"
"Oh buka, bukan suka  orangnya.. Suka lihat dia stand up. Begitu."
"Oh gitu, kirain."

Gawat ini, pasti si Debby ilfil banget sama kelakuan ku hari ini, kesan pertama malah jadi kayak orang bloon. Semoga ini tidak menjadi hari ultah terburukku..
Keluar bioskop, hujan sudah reda. Aku berencana mengantarnya pulang kekosannya (meskipun hanya dengan jalan kaki) dan menyatakan perasaanku padanya, asik.

Lorong demi lorong kami susuri, gang demi gang kami lewati, hingga kami tiba di satu gang yang tak asing bagiku. Tempat apa gitu, aku lupa-lupa ingat. Sepertinya sudah tidak asing ditelinga dan sering jadi perbincangan.

"Huukk!!! Huukk!!! Huukk!!!"
Benar saja, sampai di tikungan kami dihadang seekor doggy yang sepertinya lagi kelaparan, bisa ku lihat dari liurnya yang berjatuhan (lagi ngiler nih).

"Aduh gimana ini Deb?? Apa muter aja kali ya??" tanyaku sambil memegang erat tangannya.
"Rumah aku sudah deket lho, kalo kita muter ya jauh lah. Lagian kalo kita muter apa kamu bisa ngejamin kalo dia nggak bakalan ngejar??" Sesaat aku termenung mendengar kalimatnya
"Lha terus gimana??"
"Ya mau gimana lagi, kita tidak bisa lari dari masalah, setiap masalah ya harus dihadapi. Kamu tunggu disini sebentar." 

Debby melepaskan tanganku dan berjalan menghampiri si doggy.
Aku agak gemeteran sebenarnya, kulihat dia berjongkong diatas genangan air hujan. Diambilnya air itu dengan tangannya dan digunakan untuk membasuh muka. Lalu "Herrrr.. Huukkk!!!!! Huukk!!! Huukkk!!!" Dia  menggonggong ke arah si doggy hingga doggy lari terbirit-birit.

Aku yang nggak habis fikir dengan kejadian yang ku lihat lalu memanggilnya
"Debbi!!" Dia menoleh, dan nampak wajahnya yang berubah layaknya seorang cowok kuli bangunan.
"APA!!!" jawabnya dengan garang
"Kamu siapa??"
"Aku Debbi"
"Debbi siapa??"
"Depan bisa, belakang bisa"
"Apa??" jawabku dengan lirih, tak percaya
"Depan bisa, belakan bisa!!"
"Aku denger bencong!!" jawabku tegas.
"APA KAMU BILANG!!" nampak wajahnya berubah merah, dan bersiap menerkam kearahku.

Tiba-tiba, "gubrak!!" aku terjatuh dari tempat tidurku.. "Huft, untung hanya mimpi." aku langsung membuka handphone dan mengganti privasi tanggal lahir di FB, biar nggak ada yang lihat.